Stres juga sering berdampak pada kondisi emosional seseorang. Apabila stres melanda secara hebat, emosi-emosi negatif berpotensial untuk muncul. Misalnya saja rasa sedih yang mendalam, takut, marah, penolakan, rasa tidak aman, gelisah dan lain sebagainya.
Hal-hal ini tentu saja harus diatasi dengan baik. Apabila tidak, seseorang akan cenderung berpikir tidak rasional, dan tidak logis. Akibatnya, setiap tindakan yang diambil berpotensi memunculkan masalah baru, atau bahkan berakibat fatal bagi diri sendiri.
Pada dasarnya, setiap orang memiliki mekanisme untuk melepaskan emosi yang dialaminya. Misalkan saja teriakan, tarikan nafas yang dalam, tangisan, tertawa dan masih banyak lagi. Mekanisme ini bersifat spontan dan unik, tapi berbeda untuk setiap orang. Mungkin seseorang akan melakukan hal yang berbeda untuk setiap pengalaman emosional yang serupa.
Akan tetapi ada kalanya hal itu tidak cukup. Sebab kadang-kadang seseorang membutuhkan pihak lain untuk membantunya. Misalnya saja seseorang teman untuk menumpahkan keluh kesah, atau bahkan seorang konselor untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Namun demikian, semuanya akan berpulang kepada pihak yang bersangkutan. Pihak lain tidak akan bisa membantu seratus persen. Semua masalah mungkin berubah jika yang bersangkutan yakin bisa membuat keputusan.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi emosi negatif?
- Yakinlah bahwa semua masalah yang ada bisa diatasi oleh diri sendiri.
- Petakan secara jelas, apa yang sebenarnya tengah dihadapi.
- Berpikir dengan pendekatan positif, yakinlah ada sesuatu yang bisa dikerjakan untuk menyelesaikan masalah.
- Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah dengan cepat.
- Bersikap realistis, hidup memang penuh masalah. Tapi itu bukan berarti bersikap pesimis.
- Bersikap fleksibel, jika solusi pertama tidak berhasil, coba sekali lagi.
- Temuilah seseorang yang tepat, dan cobalah untuk berbicara dengannya