Lewati navigasi

photo-00091

Wah sorry nih baru sempet nge-post event Lomba Overclocking yang udah lewat. Jadi gini ceritanya, pada hari Sabtu, tanggal 15 November 2008, kita para Asosiation of Overclocker Phatxell, yaitu Aqil, Reez, saya, Chandra, dan Gian sudah merencanakan untuk mengikuti lomba itu. Yup, tentu saja sudah latihan sebelumnya. Transportasi ke JCC Aqil yang menanggung, saya dan Gian dijanjikan Aqil akan dijemput pukul 07.00. Tapi apa yang terjadi, saya sudah menunggu Aqil dari jam 07.00 sampai jam 07.45 dia belum datang!!!! Memang merepotkan, tetapi saya tetap mencoba menghibur diri bagaimanapun caranya (secara gitu, sebelum saya sampai ditempat yang dotentukan, kunci motor saya jatuh dan entah kemana, akhirnya saya pulang lagi dan mengambil kunci cadangan). Akhirnya Aqil menelpn ke handphone saya dan berjanji akan menjemput saya dengan motor dahulu baru menggunakan mobil. Saya pikir memang hanya saya berdua saja yang naik motor. Namun ternyata, Aqil yang memakai helm tengkorak dan saudaranya yang menjemput saya menggunakan motor Suzuki Shogun 125. Tak terbayangkan dibenak saya bagaimana rasanya menaiki motor bertiga dalam jaak yang lumayan jauh. ya saya mencoba memberanikan diri saja. Akhirnya saya sampai di Legenda Wisata dengan selamat (walaupun kaki pegal sekali). Saudara Aqil mengambil mobil dan mempersiapkan segalanya untuk lomba nanti. Dan beberapa menit kemudian kami berangkat untuk menjemput Gian. Setelah Gian dijemput, kami meluncur ke SMPN 49 untuk menjemput Reez dan Chandra. Diperjalanan, tepatnya di depan Cibubur Junction, Chandra menelfon saya dan menanyakan posisi saya. Dia marah-marah karena sudah menunggu lama sekali. Saya hanya mengatakan bersabar, begitu saja.

Sesampainya disekolah, kondisi sangat ramai. Aqil mencari Reez dan Chandra. Sementara saya tidak mau masuk karena ada sesuatu yang membuat saya tidak enak (ada si ”itu” z). Lalu kami berangkat menuju JCC. Di JCC, kami masih harus mengantri untuk membeli tiket masuk. Yah hal yang sangat membosankan. Mulai saat itu kepala saya mulai pusing. Tetapi saya tahan saja karena memang perlombaan belum dimulai. Kamipun menunggu sambil duduk untuk menunggu Aqil yang membeli tiket. Chandra dan Reez mencoba melihat peta untuk mencari dimana tempat perlombaan itu. Setelah Aqil membeli tiket, kamipun masih harus menunggu +/- 10 menit agar kami boleh masuk. Memang menyebalkan, tetapi mau gimana lagi, memang mencari pengalaman itu sangat susah. Ya setelah pintu boleh dibuka, kami masuk dan akhirnya menemukan lokasi TKP (halah). Masih dalam persiapan, ya kami berpisah sambil jalan-jalan melihat banyak sekali komponen komputer, seperti VGA, motherboard, hingga router. Saya berjalan-jalan bersama Reez. Banyak sekali yang memberikan brosur kepada saya. Ada yang menawarkan laptop murah seharga 12 juta!!! Laptop segitu dibilang murrah. Zzzzz.

Setelah lelah menelusuri banyak hall, sayapun ditelpon Chandra untuk ke tempat TKP karena lomba akan dimulai. Saya dan Reez mencoba kembali ke Lobby, tempat dimana lomba akan dilaksanakan, namun, naasnya, kami lupa jalan balik ke sana. Huah, cukup melelahkan. Setela bertanya sana-sini, akhirnya kami sampai juga dilobby. Saya melihat Aqil sudah mulai merangki, sayapun membantunya. Yang paling membingungkan adalah ketka memasang Power Supply, haduh-haduh, membingungkan sekali. PSU nya mahal, jadi saya tak terbiasa, maklum, dirumah PSU saya masih bawaan dari casing, jadi ya colokannya gampang. Aqil kesusahan ketika memasang headsink yang mahal juga. Hahahahahahaha memang barang mahal selalu susah dipasang. Dan kami telah berusaha sekeras tenaga, namun tetap tidak bisa, akhirnya kami memutuskan untuk meminta tolong kepada panitia, panitia pun membantu karena kami merupakan peserta termuda. Maklum, yang lainnya sudah berpengalaman sekali dalam hal Overclocking. Kami baru pengalaman pertama, ya agak bingung. Ada salah satu peserta yang duduknya didepan kami dan baik hati. Tahukah siapa? Namanya Kak Alva, dia sebagai penjaga stand sekaligus sponsor VGA dari lomba overcclocking ini. Setelah komputer siap untuk memuli overclocking, sang master, Reez dan Aqil memulainya. Memang sangat membingungkan. Kamipun melihat ke komputer Kak Alva untuk mencontek (dia membawa contekan sih jadi ya enak dicontek) hahahahahahaha.

Beberapa kali settingan diganti dan diutak-atik. Kamipun telah mencapai clock tertinggi pertama, yaitu 3Ghz, namun beberapa kali gagal untuk di test menggunakan PCMark05. Kontan saja kami mengganti settingan berkali-kali. Barangkali bisa untuk menyeimbangkannya. Waktu terus berjalan, tidak terasa perut saya keroncongan, saya, Gian, dan Chandra melaksanakan sholat Dzuhur dahulu. Lalu membeli Nasi Goreng di samping JCC. Ya memang agak mahal, namun setidaknya bisa mengobati kelaparan kami ini.

Siang itu kepala saya masih terasa pusing dan pusing sekali. Beberapa kali saya mencoba untuk menaruh kepala dimeja untuk sekedxar menghilangakn kepusingan. Tidak diduga, kakak kelas kami datang dan menyarankan untuk tidak mengikuti event seperti ini, mungkin mereka pikir kami hanya bisa maen ps. Hahahhaha. Ya beberapa menit kemudian, Selma, Rara, Bela, dan Nida datang untuk apa saya juga kurang tahu. Ya mungkin Rara untuk bertemu dengan si **** hahahahah peace ya Ra!!!!

Kami sudah mulai putus asa. Waktu sudah hampir habis. Kak Alva mencoba membantu kami, tetapi tetap saja scor PCMark05 tidak dapat dikejar. Sangat membosankan. Akhirnya saya dan Reez keluar dari arena TKP dan mencoba berjalan-jalan untuk sekedar menghilangakn stress yang mendalam. Anak cewek meminta saya untuk mempertemukannya dengan Faisal Irsyad, yang saat itu mengikuti lomba di stand Ganesha. Stelah mengobrol sedikit dengan Ical (panggilan akrab kami kepada Faisal Irsyad), Selma, Nida, dan Nabel ingin pulang. Rara marah dan menita teman-temannya agar tidak pulang untuk menunggu datangnya orangtua dia. Teman-temannya tidak mau. Rara pun meminta saya dan Reez untuk ertanggugn jawab atas dirinya. Bah! Bencana apalagi ini. Ya kami menuruti saja dan kami kembali ke arena TKP. Di perjalanan, saya melihat Pak Joko Dwiyatno menggunakan kaos berwarna hijau! Staycool sekali itu orang. Ada Pak Rezki juga. Spontan saja saya meminta mereka untuk mendatangi tempat Lomba Overclocking. Mereka hanya mengiyakan, namun tetap saja tidak datang. Setelah saya sampai di arena TKP, Rara merasa kesepian, ya saya suruh **** untuk menghiburnya. Awalnya agak malu-malu anjing, tetapi lama-lama enak juga hahahahahahaha.

Waktupun sudah habis dan pengumpulan poin dilakukan. Kami memeng tidak mendapat jura, tetapi setidaknya mendapat pengalaman besar dalam hal Overclocking dxan mendapat teman baru, yaitu Kak Alva. Kak Alva pun menyarankan kami agar tidak ”kapok” dalam hal ini.

Tidak terasa hujan turun sangat deras. Saya kehujanan walaupun sudah memakai payung dan jaket. Di mobil, kami bermainledek-ledekan, mulai dari si **** yang malu-malu anjing, sampai Trik Jitu menyatakan cinta dari Chandra, yaitu Memasang Muka Melas. Banyak korban dari Muka Melas Chandra, wajar saja, muka melas itu senjata utama untuk mendapatkan seorang yang dipuja. Hahahahahah

Sekian dulu postingan saya ini, pegel ni tangan saya. Hehe tunggu ya postingan berikutnya!!!

Satu komentar

  1. sory bos. bukan ga dateng. Tapi primary targetnya baru bisa didapet jam 9.00 malem.
    pas pualng lewat lobynya udah sepi, yaudah lah….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.